Info Wisata Terkini
Sejarah Candi Mendut: Asal-Usul, Makna Relief, dan Hubungannya dengan Borobudur
Menguak Sejarah Candi Mendut: Candi Anggun Penjaga Garis Lurus Borobudur Selain Candi Borobudur dan Candi Pawon, kawasan Magelang menyimpan situs sejarah keagamaan yang tidak kalah memukau, yaitu Candi Mendut. Candi bercorak Buddha Mahayana ini…
Menguak Sejarah Candi Mendut: Candi Anggun Penjaga Garis Lurus Borobudur
Selain Candi Borobudur dan Candi Pawon, kawasan Magelang menyimpan situs sejarah keagamaan yang tidak kalah memukau, yaitu Candi Mendut. Candi bercorak Buddha Mahayana ini terkenal dengan arsitekturnya yang megah, peninggalan patung-patung raksasa di dalam biliknya yang utuh, serta kisah moral yang terukir indah pada dinding-dinding batu.
Untuk memahami lebih dalam nilai historisnya, mari bedah sejarah candi mendut, fungsi keagamaan, makna relief, hingga hubungannya yang sangat erat dengan Candi Borobudur dan Pawon!
1. Kapan dan Kapan Candi Mendut Didirikan?
Berdasarkan analisis penanggalan Prasasti Karangtengah (824 Masehi), Candi Mendut diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra, sekitar awal abad ke-9 Masehi. Dalam prasasti tersebut, disebutkan bahwa Raja Indra mendirikan bangunan suci bernama Venuvana, yang berarti “Hutan Bambu”, dan diyakini merujuk pada lokasi Candi Mendut.
Fungsi Utama Candi:
Sejak awal pendiriannya, fungsi candi mendut adalah sebagai tempat pemujaan, sarana ziarah spiritual, serta tempat menyimpan arca-arca suci penghormatan kepada Buddha. Candi ini dibangun lebih awal dibandingkan Candi Borobudur, sehingga menjadi bagian penting dari garis perkembangan peradaban Mataram Kuno di Magelang.
2. Hubungan Astronomis & Tritunggal: Mendut, Pawon, dan Borobudur
Salah satu keunikan paling fenomenal dari situs ini adalah letak geografisnya. Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Borobudur terbentang dalam satu garis lurus sempurna dari timur ke barat.
- Jarak Ke Borobudur:Lokasi candi mendut berjarak sekitar 3 kilometer di sebelah timur Candi Borobudur.
- Makna Garis Lurus: Para ahli sejarah dan arkeologi meyakini bahwa ketiga candi ini merupakan satu kesatuan ritus keagamaan. Saat perayaan Hari Raya Waisak, umat Buddha melakukan prosesi ritual berjalan kaki yang dimulai dari Candi Mendut, melewati Candi Pawon, dan berakhir di Candi Borobudur.
3. Keunikan Tiga Patung Agung di Dalam Bilik Candi
Berbeda dengan kebanyakan candi di Jawa yang bilik utamanya sudah kosong, Candi Mendut memiliki tiga arca batu berukuran besar yang sangat anggun dan masih berdiri utuh di dalam bilik (garbagriha):
- Arca Vairocana: Patung Buddha setinggi sekitar 3 meter yang berada di tengah, menggambarkan Buddha sedang duduk dengan sikap tangan (mudra) Dharmacakramudra (memutar roda hukum kehidupan).
- Arca Avalokitesvara: Berada di sebelah kiri, menggambarkan Bodhisattva penolong manusia yang memegang bunga teratai.
- Arca Vajrapani: Berada di sebelah kanan, menggambarkan Bodhisattva pelindung yang melambangkan kekuatan spiritual.
4. Cerita Moral pada Relief Candi Mendut
Tidak hanya arsitekturnya yang anggun, relief candi mendut pada bagian dinding luar dan kaki candi menyajikan kisah-kisah Tantra atau Pancatantra (Fabel) yang sarat akan pesan moral dan pendidikan karakter, seperti:
- Kura-Kura dan Dua Angsa: Menceritakan kura-kura yang jatuh akibat tidak bisa menahan diri untuk diam saat terbang terbawa kayu bersama dua ekor angsa (pesan untuk menjaga lisan).
- Bramana dan Kepiting: Mengisahkan kebaikan seekor kepiting yang menolong seorang brahmana dari bahaya ular dan burung gagak.
- Burung Berkepala Dua: Menggambarkan pentingnya rasa kebersamaan dan bahaya dari sifat egois serta iri hati.
5. Penemuan Kembali dan Pemugaran Candi Mendut
Sama seperti Borobudur, Candi Mendut sempat tertimbun tanah dan ditumbuhi semak belukar selama berabad-abad akibat erupsi Gunung Merapi dan peralihan pusat kerajaan.
- Penemuan Kembali (1836): Situs ini ditemukan kembali pada masa pendudukan Belanda dalam kondisi atap yang telah runtuh.
- Proses Pemugaran:Pemugaran candi mendut dilakukan secara bertahap mulai tahun 1897 hingga 1904 oleh pemerintah Hindia Belanda di bawah pimpinan B.W. van de Kamer dan dilanjutkan oleh Theodoor van Erp untuk menyusun kembali bagian atap dan stupa-stupanya.
Ringkasan Fakta Sejarah Candi Mendut
| Aspek Sejarah | Keterangan Lengkap |
| Masa Pembangunan | Abad ke-9 Masehi (Dinasti Syailendra / Raja Indra) |
| Corak Keagamaan | Buddha Mahayana |
| Arca Utama | Vairocana, Avalokitesvara, dan Vajrapani |
| Keunikan Tata Letak | Sejajar garis lurus dengan Candi Pawon dan Borobudur |
| Kisah Relief | Ajaran moral fabel (Pancatantra) dan kehidupan Bodhisattva |
Tips Berkunjung ke Candi Mendut
- Kunjungi dalam Satu Rute Paket: Karena lokasinya searah, gabungkan kunjunganmu ke Candi Mendut bersamaan dengan Candi Pawon dan Borobudur.
- Masuk ke Dalam Bilik Candi: Sempatkan untuk masuk ke area dalam candi agar bisa melihat langsung kemegahan tiga patung candi mendut secara dekat.
- Mampir ke Vihara Mendut: Di sebelah kompleks candi, terdapat Vihara Mendut yang asri dan memiliki kolam teratai yang tenang, sangat cocok untuk tempat bersantai sejenak.
Memahami sejarah candi mendut akan memberi sudut pandang baru yang lebih utuh saat menjelajahi kawasan cagar budaya di Magelang. Apakah kamu sudah pernah melihat langsung kegagahan tiga arca di dalam Candi Mendut?
Tinggalkan komentar