Info Wisata Terkini
Panduan Lengkap Candi Borobudur: Sejarah, Relief, Aturan, dan Manfaatnya
Menguak Pesona Candi Borobudur: Dari Sejarah Hingga Kehidupan Masyarakat Sekitar Sebagai salah satu monumen Buddha terbesar di dunia, Candi Borobudur tidak pernah berhenti memukau wisatawan dari berbagai penjuru bumi. Kemegahan arsitektur batu yang berdiri…
Menguak Pesona Candi Borobudur: Dari Sejarah Hingga Kehidupan Masyarakat Sekitar
Sebagai salah satu monumen Buddha terbesar di dunia, Candi Borobudur tidak pernah berhenti memukau wisatawan dari berbagai penjuru bumi. Kemegahan arsitektur batu yang berdiri anggun di Kabupaten Magelang ini menyimpan sejarah panjang, nilai spiritual yang mendalam, serta dampak sosial-ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitarnya.
Untuk mengenal lebih dekat candi bersejarah ini, mari bedah berbagai aspek penting tentang sejarah candi borobudur, fungsi keagamaan, pemugaran, hingga aturan terbaru saat berkunjung.
1. Kapan dan Kenapa Candi Borobudur Dibangun?
Candi Borobudur diperkirakan mulai dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, tepatnya sekitar tahun 750–850 Masehi pada masa kejayaan Dinasti Syailendra yang menganut agama Buddha Mahayana.
Alasan Pembangunan:
Candi ini didirikan sebagai tempat peribadatan agung untuk memuliakan Buddha sekaligus sebagai tempat ziarah spiritual. Secara filosofis, struktur candi dirancang sebagai representasi alam semesta (makrokomos) menurut ajaran Buddha, yang membimbing manusia menuju pencerahan spiritual.
2. Struktur Tiga Tingkatan dan Cerita Relief Borobudur
Arsitektur Borobudur bertingkat sembilan yang terdiri dari tiga tingkatan ranah spiritual ajaran Buddha. Setiap tingkatan dihiasi panel pahatan batu yang sangat detail:
- Kamadhatu (Ranah Keningratan/Dunia Hasrat): Bagian kaki candi yang menggambarkan dunia manusia yang masih terikat oleh nafsu dan hukum karma. Relief candi borobudur di bagian ini mengisahkan ajaran Karmawibhangga.
- Rupadhatu (Ranah Wujud): Bagian lorong berpagar langkan yang menggambarkan dunia manusia yang telah terbebas dari nafsu, namun masih terikat oleh wujud. Reliefnya menceritakan kisah kehidupan Buddha (Lalitavistara), Jataka, dan Avadana.
- Arupadhatu (Ranah Tanpa Wujud): Tingkatan teratas berupa tiga teras melingkar yang dihiasi stuba-stuba berlubang dan stupa induk di puncaknya. Bagian ini melambangkan kesucian sempurna dan pencapaian Nirwana (kemurnian tanpa wujud).
3. Jejak Pemugaran Candi Borobudur dari Masa ke Masa
Setelah sempat terabaikan dan tertimbun abu vulkanik serta semak belukar selama ratusan tahun, pemugaran candi borobudur dilakukan dalam beberapa tahap penting:
- Penemuan Kembali (1814): Ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles saat menjabat sebagai Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa.
- Pemugaran Pertama (1907–1911): Dipimpin oleh Theodor van Erp pada era kolonial Belanda untuk mengamankan struktur dan memperbaiki stupa-stupa yang rusak.
- Pemugaran Besar-besaran UNESCO (1973–1983): Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNESCO membongkar total, membersihkan, merestorasi batu candi, serta membangun sistem drainase modern agar struktur candi tidak runtuh.
4. Perlindungan dan Pengelolaan Candi Borobudur Saat Ini
Sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1991 (UNESCO World Heritage Site), pelestarian Borobudur dikelola secara ketat oleh lembaga terpadu:
- Lembaga Pelindung & Pelestari: Dikonservasi secara teknis oleh Museum dan Cagar Budaya (MCB) / Balai Konservasi Borobudur di bawah Kementerian Kebudayaan.
- Pengelola Komersial & Operasional: Dikelola oleh BUMN PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) yang mengatur fasilitas pengunjung, kebersihan, dan kenyamanan kawasan taman.
5. Aturan Berkunjung Terbaru ke Candi Borobudur
Guna melestarikan fisik batu candi dari erosi dan keausan akibat pijakan kaki, pemerintah memberlakukan aturan khusus bagi wisatawan yang ingin naik ke atas struktur bangunan candi:
- Pembatasan Kuota Naik: Jumlah pengunjung yang diizinkan naik ke atas bangunan candi dibatasi (kuota kuantitatif harian) melalui sistem tiket online.
- Wajib Menggunakan Sandal Upanat: Wisatawan yang naik ke struktur candi diwajibkan memakai sandal khusus berbahan anyaman pandan bernama Upanat untuk menjaga permukaan batu candi.
- Wajib Didampingi Pemandu (Pamong Edukasi): Setiap kelompok pengunjung yang naik ke atas akan didampingi oleh pemandu lokal resmi.
6. Manfaat Luar Biasa bagi Warga dan Ekonomi Sekitar
Keberadaan monumen megah ini memberikan dampak positif yang luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Magelang dan sekitarnya:
- Pertumbuhan Ekonomi Kreatif: Munculnya sentra kerajinan gerabah, pembuat suvenir, seni pahat batu, dan kuliner khas daerah.
- Sektor Jasa Pariwisata: Membuka lapangan kerja luas bagi warga lokal sebagai pemandu wisata (tour guide), pengemudi VW Safari, pengelola homestay, hingga penyedia jasa transportasi.
- Pengembangan Desa Wisata: Mendorong berkembangnya puluhan desa wisata produktif di sekitarnya, seperti Desa Wisata Candirejo, Karangrejo, dan Wanurejo.
Ringkasan Aspek Penting Candi Borobudur
| Aspek Candi | Keterangan Singkat |
| Waktu Pembangunan | Abad ke-8 s.d. ke-9 Masehi (Dinasti Syailendra) |
| Fungsi Utama | Tempat ibadah Buddha Mahayana & Ziarah Spiritual |
| Tingkatan Filosofis | Kamadhatu, Rupadhatu, Arupadhatu |
| Status Internasional | Situs Warisan Dunia UNESCO (Sejak 1991) |
| Alat Alas Kaki Wajib | Sandal Upanat (Khusus untuk naik ke atas candi) |
Tips Penting Sebelum Mengunjungi Borobudur
- Pesan Tiket Lebih Awal: Jika bermaksud naik hingga ke puncak struktur candi, pastikan kamu memesan tiket secara online jauh-jauh hari sebelum kuota harian habis.
- Gunakan Pakaian Sopan: Sebagai tempat suci peribadatan, kenakan pakaian yang sopan dan tertutup atau gunakan kain sarung yang disediakan pengelola.
- Jaga Kebersihan dan Kelestarian: Hindari menyentuh relief batu, tidak membuang sampah sembarangan, serta selalu patuhi instruksi dari pamong edukasi.
Memahami berbagai aspek candi borobudur akan membuat kunjungan wisatamu terasa jauh lebih bermakna. Sudah siap merencanakan perjalanan spiritual dan sejarah ke Borobudur?
Tinggalkan komentar